Jumat, 24 Maret 2017

HARI PERTAMA

TANTANGAN LEVEL 3.2

Hari pertama setelah diskusi...

Setelah kemarin disepakati bahwa sayalah yang akan menjadi "Manager Adzan" (bukan bagian adzan dirumah..hehe.. Hanya bagian mengingatkan anggota keluarga untuk segera ambil wudhu saat adzan tiba). Hal ini dipilih karena alasan dan pertimbangan berikut :
1. Seringkali saya yang agak lelet saat adzan terdengar, sehingga saya dipilih agar lebih bisa bertanggung jawab dalam proyek kali ini.
2. Ibu-ibu biasanya lebih cerewet dan getol urusan ingat mengingatkan dibanding para suami (baiklaaah... sekalian habisin kuota 20.000 kata)

Oh ya,  kami berdua juga menyepakati target proyek ini dikatakan berhasil jika memenuhi paling tidak sepertiga dari waktu yang diberikan selama 'tugas disetorkan'. Sisanya, kami berdua akan berusaha terus membiasakan kebiasaan baik ini sampai benar-benar mampu tuntas tiap hari selalu sholat di awal waktu, tidak hanya memenuhi target tugas saja,  tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam keluarga kami nantinya..  (karena kebiasaan baik harus selalu diupayakan)

Langsung pada intinya, hari pertama setelah diskusi :
1. Dhuhur (mampu kami berdua laksanakan di awal waktu. Sengaja menanti adzan dhuhur berkumandang,  sholat kemudian istirahat siang)
2. Ashar (mampu kami berdua laksanakan di awal waktu)
3. Maghrib (mampu kamo berdua laksanakan di awal waktu. Suami melaksanakan sholat di masjid, sementara saya dirumah)
4. Isya' (hanya mampu berjama'ah, tetapi tidak diawal waktu, karena saya ada agenda pengajian rutinan di kampung ba'da maghrib sampai pukul 19.30)

Apa yang kami berdua dapatkan di hari pertama?
Merasa waktu yang kami miliki lebih banyak dan berkualitas. Karena jujur dengan mengakhirkan waktu sholat, saya pribadi merasa melakukan apapun seperti terburu waktu. Khawatir kehabisan waktu sholat karena masih melakukan ini dan itu.
Dengan sholat di awal waktu, melakukan pekerjaan apapun jadi terasa lebih ringan dan benar-benar fokus.

#TantanganHari2
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Kamis, 23 Maret 2017

FAMILY FORUM

TANTANGAN LEVEL 3.1

Yeaayy...masuk tantangan level 3..
Lebih seru.. Lebih menantang..

Maka hari ini agendanya duduk berdua.. Diskusi..
Yaps.. Karena baru hari ini bisa ketemu. Setelah hari minggu sampai kamis shubuh tadi, suami harus diluar kota.. Agenda rutinan.. Hehe.. Ngajar di Tulungagung.

Tidak seperti tantangan yang lalu,  diskusi dilakukan via WA. Untuk tantangan kali ini,  rasanya kurang greget kalo nggak ketemu dan diskusi tatap muka..

Bahas "Family Project"??
Sempat banyak ide dan banyak usulan meski anggota keluarga masih dua orang saja. Hihi... Nanti kalo anggotanya nambah pasti makin seru bahas tentang ini...
Sekarang 'warming up' dulu laah...

Banyak sekali pertimbangan mengapa kami berdua belum bisa ambil proyek ekstern karena intensitas pertemuan yang hanya dua hari dalam seminggu. Dan lagi kami terhitung baru tinggal di perantauan. Masih perlu banyak belajar dan mencari kira-kira apa yang bisa kami berdua berikan untuk lingkungan sekitar tempat kami tinggal.

Diskusi berakhir dengan menyepakati proyek intern "Membiasakan Sholat Wajib Tepat Waktu".
Terlihat sederhana memang,  tapi kami akui berdua bahwa ini tidak akan semudah yang kami bayangkan, mengingat pengalaman selama ini masih ada sholat di waktu-waktu tertentu yang kami berdua sering kali suka mengakhirkan waktunya.

Palu diketuk...
Kita berdua sepakat..
Tinggal menjaga komitmen dan konsisten..
Semoga mampu istiqomah..
Ah.. Berusaha untuk terus menyelesaikan tantangan di kelas ini selalu menyenangkan.. Selalu ada yang baru.. Dan semoga selalu lebih baik..

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Jumat, 17 Maret 2017

Alir rasa "Melatih Kemandirian"

Awalnya sempat ketar-ketir saat mendapat materi tentang "melatih kemandirian". Pikiran pertama yang muncul,  jangan-jangan tantangan kali ini diharuskan melatihkan kemandirian untuk anak.
Iya,  karena saya merupakan seorang istri dan alhamdulillah juga calon Ibu,  maka berarti "the baby is on the way"...
Namun, alhamdulillah bisa bernafas lega saat mendapatkan tantangan yang ternyata 'ramah' untuk calon Ibu juga. Kami diharapkan bisa melatih kemandirian pasangan.

Sempat berdiskusi dengan suami kira-kira kemandirian apa saja yang akan kami latihkan berdua. Ya,  karena kemandirian yang dilatihkan untuk usia kami sudah sangat kompleks, tidak sesederhana berlatih belajar makan sendiri, membereskan tempat tidur tanpa bantuan orang yang lebih tua atau mempersiapkan apa yang perlu dibawa ke sekolah keesokan harinya.

Sekalipun, kami berdua sudah memutuskan untuk hidup terpisah dari orangtua ataupun mertua setelah 3 bulan usia pernikahan dengan tuntutan bahwa berarti kami harus mampu hidup mandiri berdua apapun dan bagaimanapun caranya, tidak lantas membuat kami meremehkan tantangan kali ini. Berkat mendapat tantangan inilah,  kami berdua menjadi sadar bahwa ternyata selama ini kami berdua kurang mandiri dalam beberapa hal.

Tantangan kali ini benar-benar kami jadikan momen yang tepat untuk berlatih mandiri bersama dan memperbaiki apa yang selama ini ternyata masih kami anggap kurang.
Dengan terus berusaha untuk konsisten berlatih 'komunikasi produktif' dan 'mandiri',  kami berdua berharap kelak benar-benar mampu membersamai anak kami nantinyadan melatihkan apa yang sudah pernah kami dapat.

Intinya, berusaha untuk menaklukkan setiap tantangan yang saya dapatkan di kelas ini,  mampu membuat langkah saya menjadi lebih mudah dan menyenangkan dalam menjalani hari-hari sebagai seorang istri maupun calon Ibu.
Saya pribadi berharap agar Alloh mudahkan kami agar istiqomah untuk terus berlatih memperbaiki diri...amiin..

Sabtu, 04 Maret 2017

Ayo Evaluasi

TANTANGAN LEVEL 2.10

Alhamdulillah, sampai di hari kesepuluh..Ready to the next level?? Yes..insyaAlloh..

Seperti di bulan lalu saat mendapat tantangan sepuluh hari komprod, biasanya hari kesepuluh kami gunakan untuk perayaan..hehe..bukan makan-makan di restoran atau tiup lilin di atas yummy cake. Sekedar duduk berdua, lalu ngobrol, ngobrol dan ngobrol.. evaluasi lebih tepatnya.
Hari ini karena posisi kami berdua masih LDR an, jadi sementara duduk berduanya diganti duduk di depan HP masing-masing. Ngobrolnya via medsos.

Kalau bulan lalu, hari kesepuluh saya gunakan untuk pertama kalinya melakukan presentasi verbal, hari ini cukup evaluasi sudah sampai sejauh apa berlatihnya dan apa yang masih perlu untuk terus dilatihkan.

Setelah hari pertama sepakat untuk melatihkan kemandirian dalam 4 poin (problem solving, cekatan melakukan pekerjaan rumah tangga, persiapan menerima tamu dan menggelar acara dirumah), Alhamdulillah keempat poin ditakdirkan Alloh untuk diberi kesempatan berlatih dalam waktu yang cukup sempit ini.
Mulai mendadak kedatangan tamu jauh dirumah, menggelar acara khotmil qur'an dirumah, sampai mencari solusi saat mas ada tugas luarkota hingga memutuskan untuk LDR an seminggu demi kebaikan bersama.

Hmm..mungkin poin kedua tentang cekatan melakukan pekerjaan rumah tangga yang perlu kami perbanyak latihannya. Karena dari 10 hari kemarin hanya beberapa hari kami berdua dirumah, selebihnya terpaksa harus LDR an sementara.

Lalu, apa manfaat yang kita dapat dari berlatih selama sepuluh hari ini? Banyaaak...
Tapi intinya, kami jadi lebih mandiri mengambil sikap, lebih tidak mudah lagi menggantungkan diri kepada pasangan. Kalau ada pekerjaan yang urgent dilakukan, sementara pasangan bisa membantu ya dibantu, tapi jika sangat terpaksa tidak bisa membantu (seperti misalnya sedang diluar kota) maka harus siap untuk menuntaskan pekerjaan itu bagaimanapun caranya.

Semoga bisa terus memacu diri untuk terus berlatih sehingga nantinya benar-benar bisa melatihkan kepada anak tentang apa dan bagaimana kemandirian seharusnya dilakukan.

#level2.10
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian

Jumat, 03 Maret 2017

Ini Hasil Berlatihnya...

TANTANGAN LEVEL 2.9

Hap...hap...hap...
Alhamdulillah..sampai di hari ke-9 menaklukkan tantangan...
Bikin catatan-catatan kecil hasil belajarnya sih gampang, menjabarkannya dalam bentuk narasi dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang butuh waktu khusus. Jadi berasa 'wow' main game-nya. Tapi tetep seruuuu... main game selalu begitu..makin tinggi levelnya makin seru.

Hari ini masih di Surabaya.
Masih LDR an juga.
Terus belajar dan berlatihnya sampai mana?
Hari ini cuma mau sedikit sharing hasil latihan beberapa hari terakhir.
Ceritanya dirumah sedang kedatangan tamu. Saudara dari Sidoarjo. Biasanya sih dulu-dulu kalau ada tamu dirumah orangtua, saya cukup menyambut saat datang, bersalaman, setelah itu masuk kamar..hehe.. Nanti kalau tamu mau pulang, bersalaman lagi. Sudah. Itu aja. Apalagi kalau tamunya Pakdhe Budhe, yang paling-paling butuh ngobrol dan ketemunya sama orangtua.
Jadi, ya begitu itu yang biasanya saya lakukan.

Sekarang?? Setelah tinggal sendiri dan tahu ribetnya mempersiapkan kedatangan tamu dan setelah tahu ilmunya, harus beda dong sama biasanya.
Kan sudah beberapa kali berlatih bagaimana caranya menerima tamu dirumah.
Yaps, langsung lari ke dapur buatin minuman setelah konfirmasi ke ibuk kira-kira tamunya mau dibuatkan minuman apa (Ya, butuh konfirmasi kalau dirumah orangtua. Kalau dirumah sendiri sih terserah saya mau dibuatin minuman apa. Yang penting bahannya ada dirumah). Setelah itu lanjut menyiapkan suguhan cemilan.
Setelah semua selesai, nggak langsung masuk kamar seperti biasanya, tapi ikut menemui dan nimbrung ngobrol diruang tamu.

Aah, ini ternyata hasil berlatih mandirinya beberapa hari lalu. Seru juga ya..
Masih mau lanjutin latihan terus deh. Sampai ahliii...

#level2.9
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian

Kamis, 02 Maret 2017

Hari Ini Dapat Bonus Banyak

TANTANGAN LEVEL 2.8

Hari kedelapan ya?
Hmm...tidak terasa...

Bismillah tetap semangaaaat....!!

Hari ini ceritanya masih seputar HP yang nge-blank kemarin. Kemarin malam hampir begadang demi googling gimana caranya mem'backup' data di HP yang sama sekali tidak bisa menyala. Baru tahu kalau si HP sedang mengalami 'bootloop'.

Setelah shubuh masih lanjut googling. Nyoba nyalakan HP. Barangkali sudah mau menyala setelah seharian kemarin istirahat total. Sayangnya, tetap tidak bergeming. Baiklaah...harus restock sabar. Sebenarnya, banyak sekali ilmu yang didapat saat googling, tapi tetep belum berani utak atik HP sendiri. Kebiasaan dari dulu, tiap HP rewel sedikit langsung oper ke temen kerja yang mumpuni di bidang IT. Terima beres intinya.

Baiklah, akhirnya memutuskan tetap berangkat ke service center siang nanti dan menerima segala konsekuensi. Termasuk kehilangan hampir seluruh data penting.

Eh tapi, rezeki itu sama kayak jodoh. Nggak akan kemana. Mendadak ayah pinjam HP dan kepingin meriksa apa kerusakannya. Lah kok? Dicoba nyalakan bentar...eh, alhamdulillah nyala. Histeris dong. Antara kaget dan bahagia. Langsung stay depan di depan laptop, mindahin data ke laptop. Sambil intip di google, cara memback up data-data penting.

Selesai acara pindah-memindah, belajar lagi cara me'recovey' HP, termasuk cara me-reset pabrik dan me-refresh nya. Alhamdulillah..bisaaa..
Hasil belajar sendiri. Nyoba utak atik sendiri.
Ya, alhamdulillah HP sudah berfungsi sebagaimana mestinya meski kontak di dalamnya belum bisa dipulihkan sementara. Masih terus belajar.
Keuntungannya? Lumayanlah nggak perlu jauh-jauh ke service center  dan ngantri lama.

Hari ini belajar banyak dari berlatih mandiri. Dapat ilmu banyak. Dapat bonus keuntungan yang banyak pula..
Hmm..gimana nggak ketagihan berlatih mandiri terus kalau kayak gini?

#level2.8
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian

Rabu, 01 Maret 2017

Mandiri Mengambil Keputusan

TANTANGAN LEVEL 2.7

Bismillah masuk hari ketujuh menaklukkan tantangan.
Masih di Surabaya dan itu juga berarti masih LDR-an dengan suami.

Masuk hari kesekian di Surabaya makin nano-nano rasanya. Kalau kata si pelangi, makin warna-warni. Iya, pagi-pagi dikejutkan sama handphone. Bukan, bukan HP yang bunyi yang bikin shock. Justru sebaliknya, HP malah membisu. Diutak-atik sebentar, alhamdulillah mau nyala. Tapi sudah feeling, rasanya ada yang aneh.

Ngganggu adik sebentar yang mau berangkat ke kantor. Setelah diperiksa, ketemu sebabnya karena memori internal yang terlalu penuh sehingga memperlambat kinerja sistem. Baiklah, saatnya bersih-bersih memori, merelakan sedikit waktu untuk utak atik HP sepagian.
Menjelang siang, HP yang sudah direlakan memorinya sebagian untuk dikosongkan bukannya malah lebih cepat kinerjanya. Eh, malah ngambek dan nge-blank. Sepertinya dia lelah.

Untungnya pagi tadi sempat kasih kabar ke si mas kalau HP sedang susah diajak kompromi. Si Mas sudah menyarankan untuk ganti baru saja nanti jika sudah di Malang. Kalau nuruti keinginan, mau aja dibelikan HP baru, itung-itung sudah lama juga nggak ganti HP. Tapi, sepertinya kalau lihat daftar kebutuhan, HP baru belum masuk prioritas yang penting. Pertama, karena HP yang ini tidak ada kerusakan yang signifikan, misalnya baterainya aus dan gampang nge-drop. Baterai HP yang lama masih cukup lumayan dipakai untuk jarak jauh. Kedua, kalau toh ada budget untuk beli HP, rasanya masih pengen dialihkan ke yang lain. Ketiga, terlanjur nyaman pakai HP yang lama dan rasanya kalau harus belajar dari awal untuk utak atik HP baru sementara beberapa grup diskusi penting yang nggak pernah sepi tiap harinya harus ditinggal atau diistirahatkan beberapa hari, aah...rasanya nggak sanggup.

Maka hari ini dengan beberapa pertimbangan yang sudah saya pikirkan, akhirnya tetap keukeuh memutuskan untuk memperbaiki saja HP yang lama dan menunda keinginan untuk membeli HP baru sekalipun suami dan keluarga menyarankan untuk lebih baik mengganti dengan HP baru saja.

Ah, semoga tidak salah mengambil keputusan. Semoga lekas sembuh ya, HP. Ayok, temani aku belajar bersama lagi...


#level2.7
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian