Sabtu, 10 Juni 2017

Day Three

TANTANGAN LEVEL 5.3

DAY THREE

Masih berkutat dengan buku karya Ibuk Retno Hening dengan judul Happy Little Soul..

Makin berbinar-binar dan semangat membacanya meski harus membaca di sela-sela kesibukan beberes dan packing persiapan pindahan.

Hari ini kebagian membaca tentang bagaimana awal membangun kedekatan dengan anak. Setelah kemarin sempat termehek-mehek membaca tulisan penulis tentang bagaimana proses panjangnya menantikan buah hati tercinta.
Setiap Ibu selalu memiliki kisahnya sendiri tentang proses menantikan buah hatinya, termasuk saya. Meski begitu, membaca kisah milik penulis tetap meninggalkan haru bagi saya.

Apa yang saya dapat dari membaca buku Happy Little Soul hari ini?
Sederhana..
Komunikasi.
Betapa pentingnya komunikasi antara orangtua dan anak, terutama Ibu adalah awal membangun kedekatan dengan anak.
Hmmm...jadi ingat materi pertama di kelas Bunda Sayang. Semakin faham mengapa materi komunikasi diletakkan di awal dan terlihat sangat begitu penting.

Di buku HLS (Happy Little Soul) dijelaskan bahwa penulis sudah mengajak anaknya berbicara bahkan sejak putrinya belum mengenal kata. Ia hanya berusaha mengkomunikasikan apa yang ingin ia komunikasikan dan menganggap putri kecilnya mampu memahaminya bahkan lebih baik dari orang dewasa.

Waaaah, jadi baper..
Pengen segera praktek jadinyaa..
Alhamdulillah sejak tahu bahwa saya hamil dan yakin bahwa bayi dalam perut saya sudah mampu mendengarkan apa yang saya katakan, saya dan suami berkomitmen untuk selalu mengajaknya berkomunikasi. Apalagi seperti saat ini, saat bayi sedang aktif-aktifnya, saya dan suami bergantian untuk terus berusaha mengajaknya berbicara. Entah kadang sekadar bercerita tentang apa yang kami rasakan atau memberi sugesti positif.
Haha..awalnya terasa aneh karena seperti sedang berbicara sendiri, tapi kami berdua yakin, ia pasti mendengar suara kami dan memahaminya.
Kami berdua berharap saat ia terlahir nanti, suara kami berdualah yang paling ia kenal.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 09 Juni 2017

Day Two

TANTANGAN LEVEL 5.2

Day Two

Masuk hari kedua menjalani tantangan level 5 di kelas bunda sayang.
Sedikit-sedikit mulai intip isi bukunya..
Betul, buku "Happy Little Soul" yang ditulis oleh Ibu Retno Hening yang putrinya menjadi fenomena di media sosial.

Kesan pertama saat membuka segel bukunya, menarik!. Isi bukunya colourfull. Saya terbiasa menyampuli buku-buku baru yang dibeli sebelum dibaca. Iya, agar tetap bagus saat dibaca kedua, ketiga atau kesekian kalinya. 
Saya termasuk orang yang keranjingan membaca buku. Bagi saya, membaca buku adalah hobi yang menyenangkan. Merasa bisa berpetualang atau berkeliling dunia hanya dengan membayar sekian puluh ribu untuk membeli buku. Hehe...itulah yang ada dalam benak saya sejak saya kecil. Liburan menyenangkan adalah bisa membaca buku favorit dirumah selain buku-buku pelajaran sekolah.

Ah..kembali ke cerita hari ini.
Merasa tersihir dengan tulisan Ibu Retno Hening di awal-awal pembukaan bukunya. Sederhana, tapi penuh makna.
Benar memang kata Mbak Rara, editor Gagasmedia bahwa tak perlu menjadi ahli untuk berbagi. Kata-kata itu yang kemudian menggerakkan hati Ibu Retno untuk mulai menulis dan berbagi kisahnya.

Terbukti! Baru membaca satu bab sudah merasa "waaah". Excited dan tertarik untuk membaca bab-bab selanjutnya..

Namun sepertinya harus menggunakan mantra sakti IIP untuk kali ini. One bit at a time. Karena kesibukan persiapan pindahan di tengah bulan Romadhon cukup menyita waktu. Belum lagi, hari ini saya diminta untuk mendatangi tempat pijat refleksi untuk mengurangi keluhan selama kehamilan oleh Bidan ditempat dimana saya periksa. Lumayan jauh dari rumah, terlebih lagi antrinyaaa luar biasaaa..
Saya yang sudah booking jadwal dari kemarin masih saja masuk list cadangan.
Baiklaaah...mari kita nikmati keseruan hari ini...

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Kamis, 08 Juni 2017

Day One

TANTANGAN LEVEL 5.1

Day One...
Huwaaaaa....setelah libur panjang...
Iya, berasa panjang karena seringkali ngintip grup WA dan sepii..

On fire lagii...
Tantangan kali ini cukup seruu..
Karena kebetulan habis beli buku baru dan masih tersegel rapi belum dibukaa..
Alasan pertama karena beli bukunya online dan saya sendiri yang minta dikirim ke Surabaya meski saya berdomisili di Malang. Alasan penghematan ongkir..hihi
Alasan selanjutnya karena memang baru bisa mudik ke Surabaya sehari jelang puasa Romadhon, jadii baru bisa ambil bukunya..

Judul bukunya "Happy Little Soul". Buku yang lagi booming sampai gramedia harus restock berulang kali.
Saya sih pilih amannya beli online karena nggak sabar nunggu bukunya hadir di kota tempat saya tinggal, juga karena malas kalau harus bolak balik tobuk karena kehabisan stock.

Iyaa...penasaran sekali dengan cara mengasuh Ibuk Retno Hening sampai punya anak seunyu Kirana yang jadi fenomena di media sosial.
Alhamdulillah saya sedang hamil anak pertama, dan sedang butuh banyak banyak membaca buku tentang parenting selain buku-buku tentang kehamilan, persiapan melahirkan dan menyusui nanti.


Pohon literasi??
Sudah banyak googling dan nemu ide-ide unik membuat pohon literasi. Sudah ada gambaran juga.
Sayangnya sepertinya harus rela pending dulu membuatnya.
Alasan pertama karena saya masih tinggal di kontrakan yang Alhamdulillah habis masa kontraknya akhir Juni ini. Sekarang justru heboh packing-packing persiapan pindahan sementara kontrakan baru rencana akan di luar kota, insyaAlloh di Tulungagung tepatnya. Namun itupun juga harus pending cari kontrakan baru karena masih harus persiapan lahiran juga. Jadi sekarang fokus persiapan mudik karena sekarang mudiknya sudah bareng bayi dalam perut. Setelah lahiran nanti pun masih akan tinggal di rumah orangtua di Surabaya untuk sementara waktu, sebulan dua bulan. Berguru jadi ibu duluu...hehe... Sebelum nanti urus bayi berdua hanya dengan suami saja di rumah kontrakan yang baru.

Jadii..pohon literasi sementara pending dulu buatnya.. Tapi insyaAlloh membaca bukunya tetap lanjuut..

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 13 Mei 2017

Alir rasa "Gaya Belajar Anak"

Sedikit merasa berbeda saat tantangan kali ini...
Saat bunda yang lain asyik, antusias dan seru mengamati gaya belajar buah hatinya, menemukan hal yang baru dalam pola belajar anak-anaknya, saya justru asyik mengingat masa lalu, membuka kembali lembaran lama bagaimana orangtua saya mendidik, membimbing dan mengarahkan hingga saya sampai pada tahap ini, dengan gaya belajar seperti ini.

Saya bertipe belajar visual auditori, dominan visual. Berbeda dengan adik kandung laki-laki saya yang bertipe belajar dominan auditori.

Dari tantangan kali ini saya belajar bahwa anak-anak yang dilahirkan dari orangtua yang sama pun, bisa memiliki gaya belajar yang berbeda sekalipun mungkin stimulus yang diberikan sama.
Sehingga saya mampu belajar bahwa kelak jika saya mempunyai anak tidak bisa menyamaratakan pola belajar anak yang satu dengan yang lain, karena salah satu cara belajar mungkin efektif untuk anak yang satu tapi tidak dengan anak yang lain.

Kamis, 04 Mei 2017

Stresor Kerja?? Stok Buku yang Banyak..!!

TANTANGAN LEVEL 4.14

Memasuki dunia kerja..
Alhamdulillah setelah lulus, Alloh beri kesempatan untuk langsung mengaplikasikan sekaligus mengamalkan ilmu yang saya dapat di bangku perkuliahan.
Diminta membantu untuk menangani bimbingan dan konseling di sebuah sekolah selevel SMA merupakan pengalaman tersendiri bagi saya, sehingga pada akhirnya membuat keputusan besar saat ini.

Benar apa kata orang bahwa dunia kerja tak seindah masa-masa saat kita sekolah atau mencari ilmu di bangku kuliah.
Merasakan sendiri roller coaster dunia kerja yang konfliknya tidak hanya muncul dari siswa saja (untuk kasus saya) tetapi juga dari rekan kerja. Nano-nano deh rasanya..hehe...
Alhamdulillah Alloh juga beri kesempatan saya untuk mencicipi dunia kerja tidak hanya pada satu tempat saja, sehingga saya bisa mendapat pengalaman banyak sebelum akhirnya menikah dan memutuskan untuk benar-benar fokus dan menekuni pada satu profesi saja. Ibu rumah tangga.

Untuk tetap menjaga kewarasan di dunia kerja, buku lah yang menjadi tempat pelarian di saat-saat genting. Dengan bekerja, itu berarti saya bisa memiliki dana pemasukan sendiri dan bebas saya alokasikan untuk apa. Maka setiap bulan, saya selalu menganggarkan dana khusus untuk membeli buku-buku bacaan baru.
Meski hanya satu dua, bagi saya hal itu efektif untuk tetap menjaga kewarasan saat mendapat stresor kerja yang cukup lumayan. Minimal bisa sedikit me-refresh otak agar tetap bisa melakukan banyak hal saat dibutuhkan.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Selasa, 02 Mei 2017

Perpustakaan Pribadi?? Sepertinya Keren!!

TANTANGAN LEVEL 4.13

Inilah yang terjadi saat orangtua tidak lagi membatasi kreativitas anak.hehe... Anak-anak bebas membangun mimpinya kembali.

Benar sekali, karena hobi membaca saya, saya bercita-cita suatu saat bisa memiliki perpustakaan pribadi. Jika sudah memiliki rumah sendiri, saya ingin ada satu kamar khusus untuk menyimpan koleksi buku-buku pribadi dan ada anggaran khusus setiap bulan untuk membeli buku sebagai tambahan koleksi saat saya sudah memiliki penghasilan sendiri.

Saya berharap hobi membaca juga dimiliki seisi anggota rumah nantinya. Jika buku-buku sudah tersedia di dalam rumah, saya yakin anggota rumah bisa dengan mudah mengakses buku-buku untuk dibaca saat ada waktu luang. Untuk anak-anak, kebiasaan cinta membaca memang harus ditumbuhkan sejak usia dini. Keberadaan buku-buku dirumah hanya untuk mempermudah menumbuhkan kebiasaan tersebut.

Ah, semoga Alloh mngijabah setiap doa baik dan mengabulkan mimpi saya. Itu  doa saya saat itu.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Senin, 01 Mei 2017

Duduk di Depan atau Tidur Sekalian

TANTANGAN LEVEL 4.12

Meninggalkan masa SMA yang menyenangkan, saya akhirnya masuk ke perguruan tinggi yang saya inginkan, juga di kota yang sangat saya inginkan meski untuk pertama kalinya harus hidup jauh dari orangtua.
Iya, saya belum bisa masuk fakultas kedokteran yang lama saya cita-citakan, meski begitu masuk fakultas psikologi merupakan alternatif lain dari mimpi lama. Sekali lagi, orangtua saya tidak pernah memaksakan harus jadi orang dengan profesi apa saya nantinya. Mereka hanya ingin suatu saat dimanapun saya berada, saya hidup tidak menyusahkan orang lain tetapi justru memberi manfaat.

Masuk masa-masa perkuliahan di kampus, ada hal lagi yang baru saya sadari. Pertama, saya tidak suka terlambat masuk kuliah. Meski jam kuliah tidak se saklek saat masih masa sekolah, hal itu tidak menjadikan saya malas untuk datang beberapa menit awal sebelum perkuliahan dimulai. Kedua, saya lemah di ranah speaking, entah itu presentasi, ujian lisan atau apapun yang berbau bicara di depan banyak orang, tetapi syukur alhamdulillah di balik kekurangan saya, Alloh berikan kelebihan. Saya merasa mampu dan kuat di ranah writing. Ketiga, ini yang lebih aneh bagi saya, alasan dibalik mengapa saya tidak suka terlambat adalah bahwa saya harus memastikan saya mendapat tempat duduk paling depan atau paling tidak nomor dua dari depan jika kadang dosen yang mengajar cukup saya takuti atau lebih menomorsatukan mahasiswa yang jago di ranah speaking. Karena jika akhirnya saya mendapat tempat duduk paling belakang, yang seringkali terjadi adalah saya mengantuk dan tidak sekali dua kali jatuh tertidur di dalam kelas jika mahasiswa yang ikut perkuliahan saat itu terlampau banyak.
Betul, saya harus memastikan bisa melihat apa yang dilakukan dosen saat menjelaskan materi perkuliahan dengan jelas, entah itu sekedar berbicara atau menulis di papan. Jika terhalang, maka yang terjadi biasanya saya tidak bisa full mengikuti apa yang dijelaskan dosen saat jam perkuliahan itu. Semacam ada yang ketinggalan informasi.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP