Selasa, 25 Juli 2017

Angka dalam Timbangan

TANTANGAN LEVEL 6.6

Pagi ini akhirnya berjodoh ketemu bu bidan.
Berangkat jam 9 selesai jalan-jalan pagi sekitar 45 menit dan masak kilat untuk sarapan berdua.

Si Ibu yang melahirkan sore kemarin tampaknya belum pulang. Sebelum memulai konsultasi, bu bidan bercerita singkat proses kelahiran bayi dari Ibu yang kemarin membuat saya gagal kontrol. Proses yang  penuh kesabaran ringkasnya.
Masuk klinik jam 1 malam dengan bukaan 4 dan  baru bergeser ke bukaan 6 setelah jam 12 siang.
Beliau pasien VBAC.
Hehe...pantas saja lama. Jadi seperti melahirkan anak pertama jadinya, karena anak pertama yang sesungguhnya dilahirkan tidak lewat jalan semestinya.

Selesai bercerita, saya diminta untuk menimbang berat badan. Biasanya bu bidan didampingi asisten sehingga ada yang membantu melihat angka di timbangan saat ada klien seperti saya. Namun kali ini berbeda, karena asistennya berhalangan hadir satu orang, sehingga bu bidan harus melakukan aktivitas konsultasi dengan klien sendirian. Pantas saja terlihat agak sedikit lelah, sekalipun senyum selalu terpancar di wajah beliau.

Saya melirik angka di timbangan dan melaporkannya ke bidan. Beliau cukup shock. Karena dalam dua minggu, berat badan saya naik drastis dua kilo. Ketar-ketir semoga beratnya hanya berhenti di saya saja dan tidak 'tumplek blek' ke bayinya. Lanjut USG untuk melihat tafsiran berat janin. Alhamdulillah dalam dua minggu berat bayi saya naik hanya 4ons dari semula 2,4 kg menjadi 2,8 kg dalam dua minggu.
Bu bidan menjelaskan jika dalam dua minggu kemudian berat badan saya naik stabil dua kilo dan berat janin naik stabil 4 ons, maka perkiraan di UK 39 nanti berat janin ditaksir sekitar 3,2 kg.
Masih dalam ukuran normal jika ingin berikhtiar melakukan persalinan normal.

Tugas saya sekarang tinggal terus berdoa dan diet makanan manis agar berat badan tidak terus melonjak naik dengan cepat.
Eh, udah ketemu matematika belum dalam cerita saya hari ini?
Udah dong yaaa..
Hari ini ketemu matematika lagii...

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Senin, 24 Juli 2017

Check Up..check up..

TANTANGAN LEVEL 6.5

Hari kelimaaa..

Hari ini jadwal kontrol kehamilan.
Hihi...bagi saya dan mungkin para bumil lainnya, jadwal check up adalah hal yang ditunggu-tunggu. Apalagi memasuki trimester ketiga seperti sekarang, terlebih saat sudah tahu bahwa calon baby sudah bisa kelihatan lucu-lucunya melalui USG... Uuhhh...jadi kepingin dikit-dikit USG rasanya buat lihat si bayii..hehe..

Hari ini ketemu matematika?
Hmmm...kalau dirasa-rasa ternyata memang hidup kita tidak lepas dari matematika ya.. Meskipun kadang hanya matematika sederhana. Penjumlahan, pengurangan, bangun ruang, dan lain sebagainya.

Iyaa..hari ini mulai rutin lagi jalan-jalan pagi. Saran dari bidan, saya harus jalan kaki minimal 1-2 jam perhari di trimester ketiga ini kalau menginginkan persalinan normal. Di awal trimester ketiga masih terasa enteng, tetapi ternyata terasa WOW saat menjelang trimester ketiga akhir seperti saya sekarang. Beban yang dibawa makin berat sementara tuntutan lama berjalan kaki makin banyak.
Tetapi seruuuu rasanya. Kapan lagi kalau nggak hamil jalan kaki 2 jam berasa hiking. Haha....

Biasanya saya bagi 2jam itu dua kali dalam sehari. Pagi 1jam, Sore 1jam (matematika; pembagian).
Seperti hari ini misalnya. Karena sore adalah jadwal kontrol, maka paginya lama berjalan kaki agak saya tambah sedikit. Jaga-jaga kalau sorenya ternyata tidak bisa jalan-jalan sore seperti biasanya.
Pagi tadi menghabiskan waktu kurang lebih 85 menit atau 1jam setengah lebih lima menit untuk berjalan kaki.
Maka, untuk mencapai 2 jam perhari, sore harinya saya hanya butuh 25 menit untuk berjalan kaki (matematika; pengurangan).

Sayangnya tidak terlaksana. Karena ternyata, kami harus berangkat lebih awal untuk kontrol dan sampai disana setelah menunggu selama setengah jam, baru dapat kabar bahwa bidan sedang menangani persalinan dan klinik sementara tutup. Akhirnya saya dan suami pulang dan sampai rumah sudah menjelang maghrib, sudah tidak memungkinkan untuk berolahraga sore...

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUsp

Minggu, 23 Juli 2017

JJMP

TANTANGAN LEVEL 6.4

JJMP
Jalan-jalan Minggu Pagi

Jalan-jalannya kemana?
Ke pasar minggu..
Hihi.. Kalau jalan-jalannya ke pasar sudah bisa dipastikan akan melakukan transaksi jual beli.
Ketemu matematika lagi dong pastinya..

Tugas emak-emak memastikan pengeluaran tidak lebih dari pemasukan, karena meskipun si baby belum launching, kami berdua bisa berubah jadi baby kalau masuk pasar.
Haha..banyak maunya.

Pagi tadi alhamdulillah nggak borong banyak belanjaan, karena alhamdulillah juga masih setengah sadar dan nggak kalap saat lihat banyak orang-orang jualan di pasar.

Cukup beli sarapan, bros hijab, sama cemilan. Meski itupun kalau ditotal masih menghabiskan lima puluh ribu lebih...fyuuuuhhh...

Okee..besok olahraga paginya cukup muterin kampung seperti biasanya. Lebih hemat.. Toh sama-sama menyehatkan juga..hehe..

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 22 Juli 2017

On The Way Malang

TANTANGAN LEVEL 6.3

Hari yang ditunggu-tunggu..
Sudah lahiran?
Beluuummm..

Hari ini waktunya kembali ke Malang.
Hmm...bagi emak-emak yang sudah merasakan tinggal dirumah sendiri (bukan dirumah orangtua atau mertua) rumah selalu jadi tempat favorit yang dikangenin. Meski masih ngontrak.
Yah, entah kenapa.
Saya sendiri tidak menyangka hal seperti itu akan saya rasakan, mengingat saya tipikal orang yang 'gampang betah' nginep dirumah orang.
Maklumlah anak gunung...hihi...hobinya nge'camp'. Jadi tidur di tenda mah oke aja. Yang penting ada tempat buat tidur. Hehe...

Berbeda sekali setelah menikah dan merasakan hidup berdua dengan suami.
Nginep dimana-mana bawaannya pengen cepet pulang. Kadang kepikiran cucian atau setrikaan numpuk, tapi tidak jarang juga cuma ingin tidur di kasur rumah Malang. Haha...saya sendiri merasa aneh kenapa seperti itu.

Maka, hari-hari menginap dirumah selain rumah sendiri, biasanya saya pakai untuk hitung mundur, kapan kira-kira hari dimana saya bisa kembali ke rumah sendiri. Hitung?? Wiih...ketemu hitung menghitung lagi yaa ternyata..
Misalkan seperti mudik lalu, saya dan suami punya jadwal tanggal berapa mudik ke Blitar dan tanggal berapa sudah harus kembali ke Malang untuk menuntaskan agenda kami berdua. Misalkan berangkat hari Minggu dan kami menjadwalkan 10 hari di Blitar, maka hari Senin sudah berkurang sehari atau dengan kata lain masih 9 hari lagi di Blitar. Begitu seterusnya. Sampai kami berdua akhirnya benar-benar harus kembali ke Malang.

Masih ketemu matematika juga ya hari ini....hihi..

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 21 Juli 2017

Persiapan Menyambut Keluarga Baru

TANTANGAN LEVEL 6.2
Heboh?? Iya laaah pastii...
Yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Diharap-harapkan kehadirannya melengkapi rumah tangga kami berdua.

Hari ini belum jadi berangkat ke Malang. Masih di Surabaya. Jadi, belum bisa diskusi seru tantangan kelas Bunda Sayang kali ini dengan suami.

Seharian sibuk ngapain aja?
Ketemu matematika apa hari ini?
Hihi...hari ini sibuk berkarya. Berkreasi. Sambil googling sana-sini dan ngukur kemampuan sendiri kira-kira mau bikin kreasi apa untuk menyambut kelahiran si bayi.

Alhasil nemu deh contoh kreasi kece yang super duper gampang ditiru. Apalagi untuk level saya yang ampun-ampunan kalau sudah berurusan dengan 'kreasi' dan 'seni'
Mau bikin tempelan di tembok biar nanti bisa dipakai foto-foto saat si baby sudah lahir. Terus ketemu matematika nggak?
Iyaaa..
Saya bikin gambar balon dengan bentuk lingkaran penuh. Kalau di matematika, bentuk dan bangun ruang biasanya masuk bab geometri. Iya kan? Semoga tidak salah ingat.

Sederhana sih karyanya, tetapi ternyata tetap ketemu matematika juga ya hari ini...


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 20 Juli 2017

Wow, Matematika!!

TANTANGAN LEVEL 6.1

Geli sekaligus merasa lucu saat mendapat tantangan.
Benar juga ya kalau dipikir-pikir, kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari Matematika. Gitu juga jaman masih sekolah dulu, masih teringat jelas banyak sekali teman-teman yang mengeluh (kadang saya juga sih..hehe) "ngapain sih susah-susah belajar matematika? Untungnya apa buat kita nanti?"
Sekarang baru sadar, Yah, paling tidak supaya kita nggak dibohongi penjual cilok nakal yang ngasih uang kembalian sengaja dikurang-kurangin, supaya dapet untungnya buanyak..hehe..

Sayang sekali tantangan kali ini harus mulai duluan sendirian tanpa diskusi dulu dengan suami.
Sedang LDR an. Dan suami sedang sibuk keluar kota sementara saya dititipkan dirumah Ayah Ibuk di Surabaya. Besok lah kalau ketemu pasti ini jadi bahan diskusi seru..hihi...mengingat saya dan suami sangat berbeda urusan yang satu ini. MATEMATIKA.

Saya pecinta Matematika. Saat masa sekolah dulu. Rasa-rasanya ilmu eksak paling gampang ya Matematika dibanding yang lain seperti Kimia dan Fisika.
Saya justru sedikit anti pelajaran tentang ilmu sosial, menghafal sejarah, tahun-tahun, nama pejuang, dan sebagainya. Duh, rasanya otak penuh kalau sudah ketemu yang seperti itu. Berkebalikan dengan adik kandung saya.

Nah, suami ternyata juga hampir sama dengan adik. Sedikit anti pelajaran hitung menghitung. Itu sebabnya suami memilih jurusan keagamaan di pondok pesantrennya dan tetap konsisten dengan pilihannya sampai melanjutkan kuliah. Biar nggak ketemu matematika katanya.

Nah, masih ngobrolin matematika juga toh ternyata setelah menikah. Padahal dulu nyangkanya obrolan matematika selesai di bangku sekolah. Selesai setelah angka-angka tercetak di Ijazah.
Ehm...besok ketemu matematika dalam versi bagaimana lagi ya?

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 15 Juli 2017

Alir Rasa "Materi 5"

Alir Rasa "Materi 5" Tantangan Kelas BunSay

Selalu dengan perasaan nano-nano setiap mengerjakan tantangan di kelas bunsay..

Bagaimana tidak, setiap bulannya selalu ada tantangan yang berbeda-beda baik dari segi materi kelas maupun situasi dan kondisi saya pribadi saat mengerjakan.

Tantangan kali ini harus bisa membagi fokus, mana konsisten mengerjakan tantangan, mana memikirkan sibuk mengurus pindahan rumah, persiapan hari raya dan mudik lebaran, juga persiapan lahiran. Semuanya komplit dirasakan saat bulan puasa. 'Wow' sekali rasanya.

Alhamdulillah tuntas semuanya.
Dan hasilnyaaa....
InsyaAlloh untuk tantangan kelas bunsay semoga bisa terus saya dan keluarga kecil saya istiqomahkan.
'Cinta Membaca'... Amiin...