Jumat, 18 Agustus 2017

Serius hari ini???

TANTANGAN LEVEL 7.2
Tanggal 18 Agustus 2017

Setelah semalam akhirnya merelakan suami pergi ke Tulungagung demi bekerja yang InsyaAlloh saya yakini juga untuk keluarga kecil kami dan rela tinggal sejenak di Malang ditemani ayah dan ibu dari Surabaya.

Pagi ini jadwal kontrol rutinan kehamilan saya di rumah bidan yang berlokasi di Malang. Pertama kalinya harus kontrol tanpa ditemani suami.
Ayah dan Ibu sebenarnya sudah siap kapanpun saya akan melahirkan dan bersedia menemani prosesnya mengingat ini sudah hampir memasuki minggu ke-42 usia kehamilan saya.

Namun, pagi ini sedikit dibuat heboh oleh bu bidan yang menyarankan saya untuk segera melakukan induksi mengingat usia kehamilan dan berat badan janin yang terus meningkat (yapz...saya akui susah sekali mencoba diet).
Serius mau melahirkan hari ini??
Orangtua sebenarnya pasrah apapun keputusan saya. Ya untuk induksi, atau tidak dan menunggu si bayi lahir alami.

Saya mendadak galau antara ingin segera bertemu si bayi dan shock "apa iya harus hari ini?, dan tanpa suami?"

Melihat kegalauan saya, bidan akhirnya melakukan cek VT dan memberi keleluasaan seminggu lagi untuk induksi dengan syarat harus diet ketat karena berat janin tidak bisa diturunkan dengan exercise apapun, jika ingin berikhtiar melakukan persalinan normal.

Ranah Intrapersonal:
Teguh pendirian.
Sekalipun sempat sedikit bimbang mengambil keputusan tanpa dampingan dari suami, mengingat proses lahiran bukan hanya tentang saya dan saya, tetapi juga suami dan bayi saya.

Ranah Interpersonal:
Mencoba mengkomunikasikan harapan dan keinginan saya kepada orangtua dan bidan

Ranah Change Factor:
Mampu mengubah keputusan bidan dan orangtua dengan pertimbangan-pertimbangan yang saya ajukan.

Ranah Spiritual:
Tetap berusaha dan berdoa kepada Alloh agar memberikan yang terbaik untuk proses kelahiran anak pertama saya. Sehat ibu dan bayinya, lancar prosesnya serta membahagiakan banyak pihak. Amiin...

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Kamis, 17 Agustus 2017

Rezeki si Kucing

TANTANGAN LEVEL 7.1
Tanggal 17 Agustus 2017

Memulai mengerjakan tantangan level 7 dengan semangat kemerdekaan.
Hehe...pas banget tantangan level 7 ini dimulai tanggal 17 Agustus 2017.
Saat orang-orang beramai-ramai merayakannya. Saat dimana-mana terasa sekali nuansa merah putihnya.
Saat di berbagai lembaga atau institusi sibuk melaksanakan upacara dan meneriakkan kata "Merdeka!!" dengan lantangnya, seolah ikut larut dalam perjuangan 72 tahun silam.

Ah, saya tidak ikut upacara dimana-mana, juga tidak ikut sibuk mengibarkan merah putih di jalan raya, hanya sekedar berharap dan berdoa semoga Indonesia benar-benar merdeka dalam arti yang sesungguhnya dan agar saya bisa tetap mampu memerdekakan tiap tantangan di kelas ini..hehe..

Hari ini masih di Malang dengan suami. Namun, kami berencana LDR an sementara waktu karena suami harus ke Tulungagung dan memulai aktivitas bekerjanya di kampus.
Maka tantangan kali ini, saya memilih bergantian menceritakan tentang suami atau saya dalam aktivitas sehari-hari.

Karena kali ini masih dengan suami, maka saya akan memulai cerita hari ini dengan aktivitas suami.
Hari ini kami mengagendakan olahraga jalan kaki seperti biasanya, kemudian pergi ke tukang kunci untuk menduplikat kunci rumah kontrakan (entah kenapa kemarin kunci duplikat yang biasanya bisa patah). Maka kami sepakati, jalur tracking pindah ke taman Merjosari karena di sepanjang jalan dari rumah menuju kesana, banyak tukang kunci yang bisa kami datangi.

Saat berjalan kaki mengelilingi Taman Merjosari, suami melihat kucing yang berjalan di area taman. Suami suka sekali hewan kucing. Menurut ceritanya, suami pernah memelihara kucing beberapa kali sebelum menikah dengan saya dan yang saya tahu setelah kami menikah, ada seekor kucing persia yang dipelihara suami dan baru mati beberapa bulan lalu karena sudah tua.

Ranah Intrapersonal:
Suami termasuk orang yang telaten dan penyayang, termasuk kepada hewan peliharaan dan khususnya kucing. Menurutnya kucing adalah hewan yang lucu, tidak membahayakan dan bersahabat.

Ranah Interpersonal:
Rajin dan rutin memberi makan kucing setiap hari.
Mengganti pasir tempat kucing membuang kotoran.
Rajin memandikan kucing beberapa minggu sekali.

Change Factor:
Sekarang di rumah kontrakan di Malang, suami seringkali meminta saya menyisihkan sisa makanan yang sekiranya disukai kucing untuk diberikan kucing liar jika sewaktu-waktu lewat di depan rumah.

Ranah Spiritual:
Suami pernah menjelaskan bahwa dalam rezeki kita ada juga hak milik orang lain, atau bahkan si kucing. Jika sewaktu-waktu misalnya dirumah sedang memasak ikan dan tiba-tiba si kucing datang di depan rumah karena baunya, bisa berarti si kucing sedang meminta haknya, maka ada baiknya jika kita menyisihkan terlebih dahulu sisa makanan hak si kucing sebelum si kucing memintanya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 12 Agustus 2017

Alir Rasa Materi 6

Aliran Rasa Materi 6

"Math Around Us"

Bahagia rasanya mengerjakan tantangan keenam kali ini.

Pertama, karena serasa bernostalgia dengan masa-masa sekolah dulu, yang hampir setiap hari harus ketemu prlajaran matematika. Sampai rasanya buku pelajaran matematika tidak pernah keluar dari tas sekolah

Kedua, lewat tantangan kali ini kembali disadarkan bahwa ternyata "ada loh pentingnya kita jungkir balik ketemu matematika saat sekolah dulu". Dan benar-benar seperti diingatkan bahwa ternyata hampir setiap hari kita sebenarnya juga ketemu sama yang namanya matematika. Meski sederhana, itu tetap 'matematika'.

Ketiga, tantangan kali ini tidak hanya sekedar berkutat dengan hitungan belanjaan saja, tetapi juga counting down ketemu si bayi yang sudah dekat HPL nya..

Aah, bahagianya rasanya tidak bisa dilukiskan dengan kata apapun. Alhamdulillah...
Semoga tantangan selanjutnya sudah tidak lagi berdua dengan suami saja kolaborasinya. Tapi sudah dengan si dedek bayi...hehe...amiin...

Sabtu, 05 Agustus 2017

Math in Dreams

TANTANGAN LEVEL 6.17

Sweet Seventeen...
Hehe...hari ketujuhbelas...

Sedikit nyeleneh judulnya..
Semalem acara setrika menyetrika dilanjut packing baju berakhir pukul setengah dua dini hari.
Tidak terasa..
Baru kerasa saat baju beberapa sudah masuk tas plastik semua. Punggung dan perut bagian bawah nyeri luar biasa.
Memutuskan melanjutkan acara packing besok. Butuh istirahat.

Sayangnya saat naik ke atas tempat tidur justru susah mau menutup mata. Mungkin efek terlalu lelah.
Baru lelap setengah jam kemudian dan harus bangun untuk sholat shubuh dua jam setengah kemudian.
Waaah....jangan ditanya bagaimana rasanya badan.
Alhamdulillah suami mengizinkan beristirahat lagi usai sholat shubuh. Recharge energi.
Paling tidak untuk memenuhi waktu istirahat minimal 6 jam sehari.

Akibat semalam hanya bisa tidur lelap dua jam setengah, maka setelah belanja untuk sarapan, saya langsung bersiap istirahat kembali. Jika menggunakan teori bahwa manusia butuh waktu istirahat minimal 6 jam sehari, maka saya butuh kurang lebih tiga jam setengah lagi agar badan kembali fit dan fresh.

Hari ini matematikanya dalam mimpi...hehe

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 04 Agustus 2017

Masih tentang Belanja

TANTANGAN LEVEL 6.16

Hari keenambelas...

Akibat tidur terlalu larut tadi malam, pagi ini agak sedikit kesiangan...fiuuuhhh...
Sedikit terbengkalai jadinya rutinitas hariannya.
Yang paling membuat kecewa adalah tidak bisa jalan kaki seperti biasanya, karena siang dikit jalanan sudah padat dengan kendaraan para orangtua yang mengantar anaknya sekolah, ditambah lagi akibat semalam terlalu heboh menyelesaikan setrikaan hampir tanpa istirahat, punggung rasanyaaa wow banget.

Sampai lupa kalau hari ini hari Jum'at juga. Biasanya saya dan suami ikut kajian di ponpes gasek usai shubuh.
Aahhh....sedikit kacau pagi tadi.
Tarik nafas dan berusaha tetep 'waras'.
Alhamdulillah setrikaan berkurang banyak.

Agak sedikit malas juga mau utak utik di dapur karena punggung yang aduhai. Akhirnya memutuskan mengiris bawang merah yang menumpuk dan berencana menggorengnya. Mumpung belum busuk dan tidak bisa dipakai lagi.
Alhamdulillah suami mau sarapan dengan sayur lodeh kemarin yang hanya tinggal seporsi.
Baiklaaah....semoga nanti ada tukang bubur lewat untuk sarapan saya.

Sayangnya sampai hampir jam 8, yang ditunggu-tunggu malah nggak kelihatan batang hidungnya.
Haha...terpaksa ngerepotin suami lagi minta anter beli nasi jagung di dekat pasar. Sekalian belanja kopi, saos botol dan cemilan hari ini.

Berhubung yang belum sarapan hanya tinggal saya, akhirnya mau tidak mau harus memutar otak agar belanja untuk sarapan pagi ini lebih hemat daripada belanja biasanya. Sambil belanja sambil tanya ke penjualnya berapa harganya sebelum deal membeli.hehe....maklum emak-emak. Paling tidak matematika sederhana harus jago, kalau nggak ingin bangkrut di akhir bulan.

Ah ya, sekian cerita hari ini. Mau lanjut setrika..
Sedikit shock karena menemukan timbunan baju yang belum disetrika dalam kardus. Baiklaaaahh...ayo semangaaatt...




#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Kamis, 03 Agustus 2017

Semangat Setrika

TANTANGAN LEVEL 6.15

Wew, udah hari kelimabelas aja...

Semakin tambah hari berarti semakin dekat dengan hari perkiraan lahiran.
Wuuuu.....nano nano rasanyaaa...
Antara penasaran, deg-deg an.. Ah, heboh sendiri gitu rasanya..

Masih punya bertumpuk-tumpuk pakaian yang belum disetrika di lemari, meski sudah dilipat rapi. Belum packing baju mana yang akan dibawa saat lahiran nanti. Rencana sekalian nyetrika dulu sampai tuntas baru packing baju yang akan dibawa saat lahiran sekalian packing untuk pindahan. Biar kerjanya sekalian, nggak dua kali kerja..

Alhamdulillah pagi ini mulai lagi rutinitas jalan kaki, setelah bangun tidur paginya kaki sempat kram. Haduuhh...istirahat sehari aja nggak jalan kaki, kaki bisa kram.
Setelah masak dan sarapan, tidak ada agenda mendesak. Hanya suami minta ditemani ke tukang potong rambut sekitar pukul setengah 10. Baiklaaah..

Sorenya sempat jalan kaki lagi di Taman Merjosari, meski pulang harus kena macet karena bebarengan dengan arus pulang kerja..heeuu...
Usai sholat maghrib langsung persiapan menyetrika. Masih ada empat tumpuk tinggi baju yang belum disetrika.
Lirik jam.
Mencoba mengestimasi waktu.
1 tumpuk bisa saya selesaikan dalam waktu 1 jam.
Saya mulai menyetrika sekitar pukul setengah 7.
Maka dua jam kemudian (pukul 20.30), saya sudah menyelesaikan dua tumpuk baju setrikaan.
Istirahat setengah jam untuk meluruskan punggung dan sholat Isya', lalu mulai menyetrika lagi sampai pukul 22.00.

Sepertinya sudah terlalu malam untuk melanjutkan. Masih tersisa satu tumpuk lagi baju yang belum disetrika. Ah, ya masih harus menyelesaikan tantangan menulis kelas Bunsay juga.hehe...
Besok butuh kurang lebih 1 jam lagi untuk menuntaskan pekerjaan menyetrika dan lanjut agenda packing-packing.
Setelah itu, hitung waktu mundur lagi sama-sama ya, nak....

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Rabu, 02 Agustus 2017

Matematika Cinta

TANTANGAN LEVEL 6.14

Hari keempatbelas..

Kota Malang beberapa hari ini seperti berada di puncak dinginnya..
Alhamdulillah meski tanpa hujan yang membuat becek jalanan dan menghambat aktivitas orang-orang diluar rumah.
Namun, angin yang berhembus lumayan kencang beberapa hari ini cukup membuat saya pribadi mengurangi kegiatan diluar rumah, termasuk rutinitas jalan kaki mengitari kampung. Ngeri membayangkan kalau tiba-tiba ada genteng atau apalah yang mendadak jatuh akibat kencangnya angin.

Anak-anak tetangga pun sepertinya juga sama. Entah karena dingin atau larangan orangtua, mereka jarang terlihat bermain diluar rumah sepulang sekolah, meski sekedar bermain petak umpet dengan teman sebaya dan membuat berisik kampung.

Pagi ini masih dirumah kontrakan bersama Ibuk. Menanti suami yang akan pulang kerumah dan mertua yang akan berkunjung. Sementara Ibuk menunggu ayah datang menjemput pulang ke Surabaya. Usai sholat shubuh yang biasanya saya isi dengan jalan kaki terpaksa harus diganti dengan agenda lain. Memasak untuk tamu-tamu yang akan datang. Persiapan menyambut tamu intinya, termasuk membersihkan rumah.

Ayah, suami dan mertua kompak datang ke rumah sekitar pukul 8 pagi.hehe...lucu juga, mengingat ayah dan mertua tidak ada janjian lebih dulu sebelumnya. Usai ngobrol-ngobrol dirumah, beliau-beliau pamit pulang, segera melanjutkan agenda lainnya, meninggalkan saya dan suami berdua di kontrakan.

Sekitar pukul 10, saya sudah selesai membereskan suguhan diruang tamu. Suami terlihat lelah karena perjalanan dari Blitar ke Malang sebelum shubuh. Maka saya memintanya untuk segera beristirahat agar sore nanti bisa menemani saya jalan kaki keliling kampung seperti biasanya.

Sayangnya, menjelang waktu jalan kaki tiba, angin diluar makin menjadi disertai mendung yang sangat tebal. Kami berdua pun mengurungkan niat keluar rumah.
Sebagai pengganti jalan kaki, suami menawarkan diri menemani saya melakukan 'squat', sekaligus membantu melakukan hitungan.
1, 2, 3, 4, 5, 6, .......................sampai selesai (lebih tepatnya saat saya mulai terlihat ngos-ngosan..haha)

Aah...tak apalah diluar angin berhembus kencang dan mendung tebal asal dirumah ada matematika cinta...

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs