Jumat, 31 Maret 2017

Belajar Komitmen dan Konsisten

TANTANGAN LEVEL 3.9

Alhamdulillah hari ini berdua lagi..
Tersisa satu PR lagi yang belum tuntas dari minggu lalu.
Belajar 'pamit' sholat terlebih dahulu saat sedang berada dirumah orang/saat sedang bertamu.

Hari kesembilan setelah diskusi :
1. Shubuh
Mampu kami laksanakan diawal waktu dengan berjama'ah berdua

2. Dhuhur
Mampu kami laksanakan diawal waktu dengan berjama'ah berdua

3. Ashar
Mampu kami laksanakan diawal waktu dengan berjama'ah berdua

4. Maghrib
Mampu kami laksanakan diawal waktu dengan berjama'ah berdua. Suami sholat di masjid sementara saya sholat dirumah.

5. Isya'
Suami sholat terlebih dahulu, sementara saya masih mengikuti pengajian rutinan kampung dirumah tetangga. Kondisi tidak memungkinkan untuk 'pamit' pulang sebentar untuk sholat saat adzan terdengar karena kondisi hujan. Acara rutinan dimulai ba'da maghrib sampai pukul 19.30, sehingga saya baru bisa melaksanakan sholat saat sudah dirumah selesai acara.

Apa yang kami dapatkan di hari kesembilan?
Belajar komitmen dan konsisten terhadap apa yang sudah disepakati agar proyek keluarga berjalan lancar sesuai harapan dan mencapai target yang sudah ditentukan

#TantanganHari9
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Mari Bersyukur

TANTANGAN LEVEL 3.10

Setelah beberapa hari Malang tidak diguyur hujan...
Hari ini ujian sedikit bertambah untuk menyelesaikan 'game'. Alhamdulillah...rasanya Alloh terlalu sayang. Usaha naik level memang perlu sedikit ujian disana sini.
Hari ini menjelang Ashar hujan deras disertai angin. Alhasil, rumah yang kemarin belum sempat selesai dibetulkan gentengnya karena bocor, hari ini harus terima bocor lagi. Lebih parah dari sebelumnya. Ruang tamu praktis tidak bisa dipakai. Untuk sholat pun kami harus bergantian di kamar, karena hanya itu satu-satunya ruangan yang aman dari bocor. Namun, karena semua barang menumpuk di kamar, kamar menjadi penuh sehingga untuk sholat, kami berdua harus rela bergantian.

Hari kesepuluh setelah diskusi :
1. Shubuh
Lolos..
Kami mampu melaksanakan sholat diawal waktu dengan berjama'ah berdua.

2. Dhuhur
Sementara suami melaksanakan sholat Jum'at di masjid, saya sendiri melaksanakan sholat dhuhur dirumah.

3. Ashar
Mulai sedikit agak kacau dirumah karena ruang tengah yang mengalami kebocoran saat hujan menjelang ashar. Kami berdua harus membereskan ruang tamu, khawatir licin karena ruang tengah merupakan lalu lintas utama dari kamar menuju dapur dan kamar mandi.
Air tampungan bocor harus dibuang beberapa menit sekali saat hujan sedanv deras-derasnya, sehingga kami terpaksa bergantian sholat Ashar dan sedikit terlambat dari waktu adzan dikumandangkan

4. Maghrib
Sementara suami sholat di masjid,  saya melaksanakan sholat dirumah

5. Isya'
Mampu dilaksanakan diawal waktu

Apa yang kami dapatkan dihari kesepuluh?
Rasa syukur atas segala nikmat yang Alloh berikan.
Setelah beberapa hari berjibaku dengan usaha-usaha pencapaian target proyek keluarga "membiasakan sholat diawal waktu", kami merasa mendapat banyak hal. Maka hari ini, ada waktu bagi kami duduk sejenak dan mensyukuri banyak hal bahwa Alhamdulillah kami bisa sampai pada titik ini, meski dengan banyak sekali rintangan yang beragam.

#TantanganHari10
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Kamis, 30 Maret 2017

PR Besar

TANTANGAN LEVEL 3.8

Hari LDR-an sama suami...
Artinya hari ini sendirian dirumah. Cukup meyakinkan diri sendiri untuk terus istiqomah sholat diawal waktu meski sedang sendirian. Biasanya memang tantangan tersendiri saat dirumah sendirian. Entah ogah-ogahan atau malah tertidur dan tidak mendengar saat adzan berkumandang.
Yapz...hari ini seharusnya tidak ada halangan berarti untuk melanjutkan kebiasaan yang sudah dua hari berjalan nyaris tanpa rintangan berarti. Tetapi kenyataan berkata lain.
Masih butuh untuk terus belajar. Terus berproses agar resisten terhadap segala rintangan yang ada.
Hari ini kebetulan dirumah sedang kedatangan tamu. Terpaksa agak sedikit terlambat sholatnya. Hmm.. harus belajar bagaimana 'pamit' sebentar jika memang sudah masuk waktu sholat. Toh, saya yakin siapapun tamunya pasti mengizinkan jika kita pamit sebentar untuk urusan satu itu. Cuma memang perlu menata hati. Kadang kita sendiri yang merasa nggak enak hati kalau sudah keasyikan ngobrol sana sini.

Hari kedelapan setelah diskusi :
1. Shubuh
Mampu dilaksanakan diawal waktu. Kami berdua saling mengingatkan via WA

2. Dhuhur
Terlambat satu jam sejak adzan dikumandangkan. Karena mendadak ada tamu yang datang kerumah.

3. Ashar
Terlambat setengah jam sejak adzan dikumandangkan karena harus menemani tamu dirumah berkeliling Malang sebentar dan baru sampai kembali dirumah pukul 15.30

4. Maghrib
Mampu dilaksanakan diawal waktu.

5. Isya'
Mampu dilaksanakan diawal waktu

Apa yang kami dapatkan di hari kedelapan?
Jika sudah mulai terbiasa dengan 'kebiasaan yang baik', rasanya ada yang kurang jika kemudian mendadak tidak dilakukan,  sekalipun tidak ada dosa saat meninggalkannya. Rasanya ada yang sesuatu yang hilang.
Seperti hari ini misalnya.
Kami jadi punya PR besar bagaimana cara 'pamit' yang benar dan baik saat mendadak ada tamu datang kerumah dan sudah masuk waktu sholat. Iya, supaya kebiasaan sholat diawal waktu tetap terlaksana. Toh, juga bisa menjadi media dakwah keluarga kecil kami nantinya.

#TantanganHari8
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Rabu, 29 Maret 2017

BISA KARENA TERBIASA

TANTANGAN LEVEL 3.7

Tanggal meraaah..
Libur kerja. Itu artinya dirumah anggota keluarga lengkap. Full team (hehe... sekalipun baru berdua).
Menyenangkan sekali bisa melaksanakan proyek keluarga bersama-sama.

Hari ketujuh setelah diskusi :
1. Shubuh
Kami lakukan diawal waktu, berjama'ah berdua. Setelah itu jadi punya banyak waktu untuk melanjutkan olahraga pagi

2. Dhuhur
Kami lakukan diawal waktu dengan berjama'ah berdua. Sekalipun kami berdua punya banyak agenda diluar rumah, kami sepakat berusaha menyelesaikan urusan sebelum masuk dhuhur, sehingga saat adzan dhuhur berkumandang, kami mampu bersiap untuk sholat.

3. Ashar
Kami lakukan diawal waktu dengan berjama'ah berdua

4. Maghrib
Kami lakukan diawal waktu, suami berjama'ah di masjid, sementara saya mengerjakan sholat dirumah

5. Isya'
Kami lakukan diawal waktu dengan berjama'ah berdua. Selesai sholat, suami segera bersiap menuju Blitar untuk persiapan mengajar keesokan harinya

Apa yang kami dapatkan di hari ketujuh?
Satu kalimat : "Bisa karena terbiasa"

Selama ini selalu merasa kesulitan untuk berusaha sholat diawal waktu. Kemungkinan karena kurang kuatnya keinginan untuk berubah.
Aah, momen tantangan kali ini sungguh luarbiasa. Benar-benar menjadi titik balik bagi kami untuk sedikit demi sedikit merubah kebiasaan yang kurang baik menjadi sedikit lebih baik.
Dan.... Ini hari ketiga kami mampu melaksanakan sholat diawal waktu sehari penuh mulai Shubuh sampai Isya' tanpa halangan yang berarti.

#TantanganHari7
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Selasa, 28 Maret 2017

Mulai Stabil

TANTANGAN LEVEL 3.6

Alhamdulillah, tidak ada halangan yang berarti bagi kami berdua untuk melaksanakan proyek keluarga hari ini selain terpisahnya jarak karena suami harus mengajar diluar kota. Namun, dengan begitu kami berdua masih tetap konsisten saling mengingatkan via WA saat masuk waktu sholat atau adzan tiba.

Hari keenam setelah diskusi penetapan proyek dan target proyek :
1. Shubuh
Mampu dilaksanakan di awal waktu. Entahlah, sejak sebelum shubuh kampung sangat berisik. Lumayan mengganggu istirahat malam. Namun hikmahnya jadi bisa bangun sebelum adzan shubuh berkumandang. Segera mengingatkan suami yang sedang diluar kota agar bisa melaksanakan sholat shubuh diawal waktu juga.

2. Dhuhur
Karena anggota dirumah hanya saya, jadi mengurangi waktu untuk 'cerewet' mengingatkan segera ambil wudhu saat adzan tiba.
Dhuhur mampu kami laksanakan diawal waktu. Sebelum mengingatkan suami via WA yang sedang mengajar diluar kota, ternyata sudah keduluan suami mengingatkannya.

3. Ashar
Mampu kami laksanakan diawal waktu.

4. Maghrib
Mampu kami laksanakan diawal waktu dengan saling mengingatkan via WA

5. Isya'
Mampu kami laksanakan diawal waktu. Suami terlebih dahulu mengingatkan via WA sekaligus memberi kabar segera meluncur ke Malang selesai sholat Isya'

Apa yang kami dapatkan di hari keenam?
Alhamdulillah, hari ini memberi kami keyakinan lebih bahwa di setiap niatan baik pasti selalu ada jalan. Setelah huru hara di dalam rumah beberapa hari yang lumayan menguras tenaga dan emosi, hari ini sudah mulai stabil.
Alhamdulillah ini hari kedua kami mampu melaksanakan sholat sehari penuh (5 waktu) dengan diawal waktu di hari keenam kami menetapkan proyek dan menyepakati target capaiannya.
Semoga hari-hari kedepan mampu menjaga apa yang sudah baik di hari ini...
#TantanganHari6
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Senin, 27 Maret 2017

Tetap Semangattt....!!

TANTANGAN LEVEL 3.5

Tantangan berupa proyek keluarga kali ini benar-benar menyisakan banyak cerita. Setelah dua hari terus beberes rumah akibat kejadian dua hari lalu, hari inipun ujian belum berakhir.
Semalam hujan masih terus turun dan menyisakan genangan air di lantai ruang tengah.
Pagi ini, ujian kami menaklukkan tantangan sudah ditambah lagi. Belum selesai acara beberes akibat rumah bocor, ternyata sejak semalam air PDAM mati.
Apalah inii... Di dalam rumah kebanjiran sekaligus kekeringan di saat yang bersamaan. Alhamdulillah, kami berdua masih bisa menertawakan nasib..hehe.. Berusaha untuk tetap menjaga kewarasan.
Iya, karena rumah kontrakan kami tidak menyediakan bak penampungan air yang memadai, sehingga sejak kepindahan kami terpaksa membeli ember berukuran sedang yang sekiranya cukup diletakkan di kamar mandi berukuran mini untuk keperluan mandi dan lain-lain.
Maka praktis, saat ember kosong dan air PDAM mati, kami benar-benar tidak memiliki cadangan air untuk bersuci.

Hari kelima setelah diskusi...
1. Shubuh
Kelelahan hari kemarin membuat kami sedikit terlambat bangun saat shubuh padahal alarm terus berbunyi. Ditambah kehebohan saat tahu air PDAM mati sementara ember penampungan air hanya berisi sedikit air yang tidak memungkinkan digunakan untuk bersuci. Terpaksa kami menggunakan air galon dan itu cukup menyita waktu.
Kami terlambat dan tidak mampu sholat diawal waktu saat shubuh

2. Dhuhur
Memutuskan menuju masjid yang lokasinya sekitar 1km dari rumah. Berniat sekaligus bersih diri (duh, sudah semacam pengungsi rasanya..karena air PDAM belum ada tanda-tanda mengalir). Kami berdua sengaja berangkat 1jam sebelum waktu dhuhur agar bisa sholat di awal waktu. Alhamdulillah, sholat dhuhur terlaksana di masjid dan diawal waktu

3. Ashar
Mampu kami laksanakan di awal waktu setelah membeli dan mengisi penuh dua air galon.

4. Maghrib
Mampu kami laksanakan diawal waktu. Saya dirumah. Sementara suami perjalanan menuju ke Blitar. Kami saling mengingatkan via WA.

5. Isya'
Mampu kami laksanakan di awal waktu dengan tetap saling mengingatkan via WA.

Apa yang kami dapatkan di hari kelima menjalankan proyek keluarga?
Semangat  yang terus berusaha kami nyalakan demi syi'ar pembiasaan baik di keluarga kecil kami. Sekalipun ujian tiap hari datang silih berganti, kami berusaha untuk tetap tidak menyerah dengan proyek yang sudah kami sepakati. Hal ini justru berbuah baik, karenanya dengan begitu kami berdua jadi semakin erat berpegangan tangan dan saling mengingatkan untuk kebaikan kecil semacam ini. Hmm... Jadi ingat kata pepatah:
"Jika kamu sedang berlari menuju jalan Alloh dan merasa sulit, maka berjalanlah. Jika berjalanpun masih terasa sulit, maka merangkaklah. Tapi jangan pernah berpikir untuk kembali"
Yeeeahhh... Ayoo..!! Tetap semangat ya, mas..

#TantanganHari5
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP

Minggu, 26 Maret 2017

JATUH??..BANGKIT LAGII...

TANTANGAN LEVEL 3.4

Setelah huru hara di rumah kontrakan nan imut sekali...
Berasa punya shower di ruang tamu..
Laptop tersiram air. Selimut, karpet dan kasur lipat juga terkena imbas shower dadakan diruang tamu, maka hari ini agendanya bersih-bersih rumah.
Semua barang elektronik masuk kamar. Diamankan.
Mumpung sinar matahari hari ini berani muncul, kasur lipat dan karpet kebagian dijemur.

Hari ketiga setelah diskusi....
1. Shubuh
Mampu kami laksanakan diawal waktu. Karena saya masih melanjutkan puasa mengganti bulan Romadhon dan alhamdulillah kalau tidak ada halangan, ini puasa terakhir mengganti bulan Romadhon kemarin (Romadhon selanjutnya semoga bisa full sama si kecil di perut). Meski agak susah membangunkan suami, karena saya faham hari kemarin benar-benar melelahkan. Namun, alhamdulillah tetap bisa diawal waktu.

2. Dhuhur
Mampu kami laksanakan di awal waktu.
Selesai agenda masak memasak, sementara suami melanjutkan beberes rumah, alhamdulillah tetap bisa melaksanakan sholat diawal waktu.

3. Ashar
Mampu kami laksanakan di awal waktu

4. Maghrib
Mampu kami laksanakan di awal waktu. Suami di masjid dan saya di rumah.

5. Isya'
Mampu kami laksanakan di awal waktu.

Yeeeeaaaay.... Alhamdulillah, hari ini perdana berhasil sholat di awal waktu mulai shubuh sampai isya' sejak diskusi tiga hari lalu..

Apa yang kami dapatkan di hari keempat?
Hari ini mampu kami selesaikan target proyek "Pembiasaan sholat di awal waktu" untuk pertama kalinya mulai bangun shubuh sampai isya' menjelang tidur lagi. Jujur saja, bukan tanpa halangan. Di tengah kesibukan aktivitas rutinan ditambah pekerjaan tambahan akibat peristiwa kemarin, dan juga hujan yang mengguyur sejak siang hari masih tetap membuat rumah kami bocor disana sini, meski tidak seheboh kemarin. Agendanya mengepel lantai memastikan lantai tidak terlalu licin karena titik bocornya cukup menyebar di ruang tengah. Cukup melelahkan.
Tapi yang tetap selalu membuat seru adalah ketika kami berdua tetap bisa saling mengingatkan dan saling menyemangati untuk tetap 'ON TRACK' sesuai target proyek. Bukan karena semata memenuhi target tugas, tetapi semoga benar-benar Lillah.. Karena Alloh..
Toh dengan begini, kami berdua jadi bisa tetap selalu mengingatNya dalam kondisi apapun.
Jatuh??...Ayo Bangkit lagiii....!!!

#TantanganHari4
#Level3
#Myfamilymyteam
#KuliahbunsayIIP