Kamis, 15 Juni 2017

Day Eight

TANTANGAN LEVEL 5.8

Hari kedelapaan....

Buku Happy Little Soul nya sudah masuk bab 9 hari ini..
Bab kali ini cukup padet isinya.
Tentang mengajarkan kebaikan.

Bagaimana penulis mengajarkan kebaikan sejak dini kepada putrinya diulas cukup detail disini.
Pertama, mengajarkan rutinitas yang baik, seperti beribadah dan berdoa. Disini penulis pun sepakat tentang "anak bisa saja salah memahami perkataan orangtua, tetapi anak tidak pernah salah meniru orangtuanya". Kedua, membiasakan kegiatan yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya, membereskan mainan yang tidak dipakai, menyikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur. Ah ya, termasuk juga membiasakan mengucapkan tolong, maaf dan terimakasih.

Penulis beranggapan bahwa tak perlu menggegas anak untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Namun, bukan berarti begitu saja mengabaikannya. Ia percaya ketika anak diajarkan hal-hal yang bersifat kognitif (dengan cara yang fun tentunya), suatu saat putrinya akan mengerti, meski tidak harus saat itu juga.

Selanjutnya, penulis sedikit demi sedikit mengajarkan kepada putrinya tentang makna berbagi. Meski tidak on the spot, ia mampu mengajarkannya melalui cerita atau dongeng-dongeng sebelum tidur. Dengan begitu, penulis berharap putrinya mampu berempati kepada teman bermainnya saat harus berbagi mainan.

Terakhir, penulis membuat putrinya mampu mencintai dirinya dengan segala kekurangannya. Meski hanya melalui kata yang diulang-ulang yang bahkan mungkin putrinya belum paham apa maknanya, ia berharap suatu saat putrinya akan mengerti

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Rabu, 14 Juni 2017

Day Seven

TANTANGAN LEVEL 5.7

Yeeeaaayyy.....!!
Hari ini agak free...
Karena kehebohan acara semalam, pagi ini agak susah bangun.

Alhamdulillah tidak ada agenda melelahkan. Paling hanya bantu ibu mertua menyiapkan makanan berbuka untuk seisi rumah dan membuatkan takjil untuk dikirim ke masjid yang berjarak beberapa meter dari rumah.

Selebihnya lumayan banyak waktu untuk me time!..hihi..

Alhamdulillah bisa menuntaskan dua bab di buku Happy Little Soul. Dua bab ini, penulis mengulas tentang bagaimana dirinya membuat aturan atau peraturan-peraturan dengan cara yang fun. Khas anak-anak. Oh ya, penulis tetap memperbolehkan putrinya menggunakan smartphone dengan mode lockscreen, untuk menonton video anak-anak yang sudah dipilihkan dan tetap selalu dalam pengawasan. Jadi, tidak ada istilah 'kecanduan gadget' dalam kamus putrinya.

Di bab selanjutnya, penulis banyak menekankan bahwa menjadi orangtua harus selalu kreatif. Di bab ini penulis banyak sharing permainan apa saja yang pernah diberikan kepada putrinya sejak usia 0 bulan sampai 3 tahun, alat dan bahan apa saja yang diperlukan serta bagaimana cara membuatnya. Penulis juga berbagi bahwa ide bermain ia dapatkan dari mana saja termasuk melalui internet atau buku-buku.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Day Seven

TANTANGAN LEVEL 5.7

Yeeeaaayyy.....!!
Hari ini agak free...
Karena kehebohan acara semalam, pagi ini agak susah bangun.

Alhamdulillah tidak ada agenda melelahkan. Paling hanya bantu ibu mertua menyiapkan makanan berbuka untuk seisi rumah dan membuatkan takjil untuk dikirim ke masjid yang berjarak beberapa meter dari rumah.

Selebihnya lumayan banyak waktu untuk me time!..hihi..

Alhamdulillah bisa menuntaskan dua bab di buku Happy Little Soul. Dua bab ini, penulis mengulas tentang bagaimana dirinya membuat aturan atau peraturan-peraturan dengan cara yang fun. Khas anak-anak. Oh ya, penulis tetap memperbolehkan putrinya menggunakan smartphone dengan mode lockscreen, untuk menonton video anak-anak yang sudah dipilihkan dan tetap selalu dalam pengawasan. Jadi, tidak ada istilah 'kecanduan gadget' dalam kamus putrinya.

Di bab selanjutnya, penulis banyak menekankan bahwa menjadi orangtua harus selalu kreatif. Di bab ini penulis banyak sharing permainan apa saja yang pernah diberikan kepada putrinya sejak usia 0 bulan sampai 3 tahun, alat dan bahan apa saja yang diperlukan serta bagaimana cara membuatnya. Penulis juga berbagi bahwa ide bermain ia dapatkan dari mana saja termasuk melalui internet atau buku-buku.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Selasa, 13 Juni 2017

Day Six

TANTANGAN LEVEL 5.6

Hari keenaaaaam...
Aah...saya kira hari kemarin sudah cukup tantangannya. Sudah di level puncak maksudnya.
Sayangnya tidak.. Hehe
Hari ini pun masih cukup heboh.
Iya, hari ini sehabis sholat tarawih, mertua berencana mengadakan acara tujuh bulanan. Haha...padahal saya baru juga sampe Blitar semalem.

Baiklaaah...singsingkan lengan, tarik nafas panjang dan mulai bekerja...wkwkwk..
Sepagian sudah ublek di dapur. Adat di desa apa-apa kalau ada acara, ya masak sendiri. Nggak bisa sepraktis di kota. Tinggal tekan nomer telepon, catering datang sesuai pesanan.

Alhamdulillah masih sempat intip buku Happy Little Soul saat bumer meminta saya istirahat dulu siang setelah dhuhur. Bumil nggak boleh terlalu lelah. Hihi...sisa-sisa tenaga masih bisa lah buka dan baca selembar dua lembar buku. Satu bab tepatnya.

Yang didapat hari ini dari bab kelanjutan kemarin adalah tentang bermain dan belajar. Dunia anak-anak bangeett..
Iya, saat anak-anak semua yang ada di dunianya adalah bermain, bermain dan bermain, tetapi disisi lain rasa ingin tahunya sangat luar biasa tinggi. Disinilah penulis menjelaskan bahwa bermain dan belajar erat kaitannya dalam dunia anak. Penulis tidak berusaha menggegas putri kecilnya untuk tahu dan mengerti tentang semuanya saat itu juga, namun berusaha masuk dalam dunia anaknya, menemani bermain sepenuh hati dan menyisipkan satu dua hikmah saat menemani. Misalnya dalam memilihkan mainan, penulis cukup selektif untuk memilih mainan mana yang akan diberikan untuk putrinya, bermanfaat atau tidak kelak.

Kuncinya, tidak membiarkan anak bermain sendirian tanpa pengawasan sama sekali. Sebisa mungkin orangtua harus hadir saat anak berusaha mengeksplorasi dunianya. Dengan begitu orangtua paham betul bagaimana karakteristik anak, gaya belajar anak dan bagaimana memberikan sentuhan terhadap nuraninya yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak sampai dewasa nanti

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Day Six

TANTANGAN LEVEL 5.6

Hari keenaaaaam...
Aah...saya kira hari kemarin sudah cukup tantangannya. Sudah di level puncak maksudnya.
Sayangnya tidak.. Hehe
Hari ini pun masih cukup heboh.
Iya, hari ini sehabis sholat tarawih, mertua berencana mengadakan acara tujuh bulanan. Haha...padahal saya baru juga sampe Blitar semalem.

Baiklaaah...singsingkan lengan, tarik nafas panjang dan mulai bekerja...wkwkwk..
Sepagian sudah ublek di dapur. Adat di desa apa-apa kalau ada acara, ya masak sendiri. Nggak bisa sepraktis di kota. Tinggal tekan nomer telepon, catering datang sesuai pesanan.

Alhamdulillah masih sempat intip buku Happy Little Soul saat bumer meminta saya istirahat dulu siang setelah dhuhur. Bumil nggak boleh terlalu lelah. Hihi...sisa-sisa tenaga masih bisa lah buka dan baca selembar dua lembar buku. Satu bab tepatnya.

Yang didapat hari ini dari bab kelanjutan kemarin adalah tentang bermain dan belajar. Dunia anak-anak bangeett..
Iya, saat anak-anak semua yang ada di dunianya adalah bermain, bermain dan bermain, tetapi disisi lain rasa ingin tahunya sangat luar biasa tinggi. Disinilah penulis menjelaskan bahwa bermain dan belajar erat kaitannya dalam dunia anak. Penulis tidak berusaha menggegas putri kecilnya untuk tahu dan mengerti tentang semuanya saat itu juga, namun berusaha masuk dalam dunia anaknya, menemani bermain sepenuh hati dan menyisipkan satu dua hikmah saat menemani. Misalnya dalam memilihkan mainan, penulis cukup selektif untuk memilih mainan mana yang akan diberikan untuk putrinya, bermanfaat atau tidak kelak.

Kuncinya, tidak membiarkan anak bermain sendirian tanpa pengawasan sama sekali. Sebisa mungkin orangtua harus hadir saat anak berusaha mengeksplorasi dunianya. Dengan begitu orangtua paham betul bagaimana karakteristik anak, gaya belajar anak dan bagaimana memberikan sentuhan terhadap nuraninya yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak sampai dewasa nanti

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Senin, 12 Juni 2017

Day Five

TANTANGAN LEVEL 5.5

Seperti biasa, disebut tantangan jika butuh effort yang agak sedikit tidak biasa untuk menaklukkannya.

Hari kelima menambah pundi-pundi hikmah melalui buku bacaan, saya merasa sedikit tertatih.
Iya, karena pagi ini agenda kami adalah mudik ke Blitar sekaligus persiapan pindahan. Jadi nyicil sedikit demi sedikit membawa barang-barang yang sekiranya bisa masuk mobil sekali angkut. Barang yang kami perkirakan tidak urgent digunakan lagi saat di Malang.
Ah.. meski dibilang sedikit, bagaimanapun tetap melelahkan juga menyortir barang-barang rumah tangga dan mem packing nya. Padahal saya pun sudah jauh-jauh hari mempersiapkan, tetapi giliran tiba hari H rasanya masih banyak juga yang tertinggal.

Ditambah lagi, pagi ini agendanya juga mendatangi tempat pijat refleksi sebelum berangkat ke Blitar. Dan ternyataaa, antrinya luar biasa. Saya baru pulang dari sana menjelang dhuhur. Alhamdulillah, buku Happy Little Soul yang sudah saya niatkan untuk dibaca selalu terbawa kemana-mana. Siap sedia di dalam tas. Jadi, sambil menunggu saya bisa menuntaskan satu bab kelanjutan dari bab kemarin.
Lumayaaan....biasanya menunggu diisi pegang gadget dan berselancar di dunia sosmed. Jadi, lebih hemat kuota....wkwkwk...

Apa yang didapat dari membaca hari ini?
Tentang cinta dan penghargaan.
Iya..penulis menceritakan bagaimana dirinya berusaha mencintai putri kecilnya dengan menghargai setiap apapun yang dilakukan putrinya, sekalipun sangat sederhana.
Dijelaskan bahwa anak-anak memiliki kebanggaan tersendiri jika mampu melakukan sesuatu yang ia anggap luar biasa (meski bagi kita orang dewasa sangat sepele) dan mereka butuh untuk diapresiasi atas pekerjaannya.
Penulis berusaha untuk selalu memuji putrinya ketika putrinya berhasil melakukan sesuatu atau mau membantu ibunya tanpa diminta. Tak jarang, penulis memeluk dan mengucapkan terima kasih kepada putrinya karena sudah berusaha membantu. Dengan begitu, menurut penulis, anak-anak akan merasa dicintai dan dihargai serta tak segan untuk mengulurkan tangan untuk memberi bantuan lagi saat orangtuanya sedang kerepotan.

Hmmm....noted!
Semoga kelak saya pun mampu menjadi orangtua yang selalu mencintai dan menghargai apapun yang dilakukan anak-anak saya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Minggu, 11 Juni 2017

Day Four

TANTANGAN LEVEL 5.4

Day Four

Hari keempat mencoba menuntaskan buku Happy Little Soul dengan penulis Retno Hening. Tetap menggunakan prinsip "One Bit a Time".

Sekalipun bahasa yang digunakan ringan dan sederhana, saya tetap memilih membaca per bab. Sedikit demi sedikit. Agar tidak terjadi tsunami informasi ditengah kesibukan packing persiapan pindahan dan mudik lebaran.

Jika sedang libur panjang, membaca buku selevel itu insyaAlloh bisa saya habiskan sekali duduk. Hanya saja saya tetap memilih membacanya sedikit demi sedikit agar isi buku tak kehilangan manfaatnya. Toh, setiap selesai membaca saya masih harus presentasi ke suami dan mendiskusikannya berdua.

Agak sedikit heran, karena suami ternyata sudah tahu lebih dahulu isi bukunya padahal saya baru beberapa hari kemarin membuka segel dan langsung membawa kemana-mana agar saat ada waktu luang saya bisa segera membacanya. Apa mungkin ada e-book nya ya?
Ah, entahlah.. yang penting saya sama sekali tidak merasa rugi membeli bukunya.

Bab selanjutnya penulis mengupas bagaimana dirinya mencoba bekerja sama dengan putri kecilnya. Dalam hal apapun, dimulai dari yang sederhana. Diceritakan bahwa hal itu sudah dibiasakan sejak putrinya masih usia digendong. Ia sudah mengajaknya terlibat dalam pekerjaan rumah tangga dengan menggendongnya saat putrinya benar-benar tidak bisa ditinggal. Memasuki usia dimana putrinya sudah bisa diajak berkomunikasi, penulis berusaha memberi pengertian saat dirinya benar-benar tidak bisa menemani bermain karena alasan harus segera menyelesaikan rutinitas pekerjaan rumah tangga. Terkadang ia siasati dengan mengajak putrinya tetap bermain di dekatnya sehingga ia tetap bisa mengawasi dan memberi respon saat putrinya butuh diajak berbicara atau justru sekalian melibatkan putrinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sederhana seperti mengelap lemari.
Sehingga dari sana ia juga bisa mengajarkan tanggung jawab terhadap putrinya.

Catatan pentingnya dari bab ini adalah bahwa anak sebenarnya mudah diajak bekerjasama dan hal ini bisa dibiasakan sejak dini selama kita tidak pernah mengabaikan mereka.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst